Senin, 12 Maret 2012

PINTU SEBAGAI PENYEKAT RUANGAN

Dinding merupakan batas ruang yang memisahkan satu ruang dengan ruangan lainnya. Bentuknya masif serta sudah direncanakan sejak pertama hunian akan dibangun.

Dalam perjalanan waktu, Anda membutuhkan tambahan ruang tanpa terencana serta butuh pembeda antar ruang. Untuk itu, hadirlah sekat atau partisi sebagai solusinya. Kehadiran sekat atau partisi sama fungsinya seperti dinding yakni membedakan fungsi ruangan. Namun, batas ini tidak permanen, sehingga dapat diubah atau diganti ketika merasa bosan.

Membatasi fungsi antar ruang dengan sekat atau partisi, otomatis dapat menciptakan privasi sendiri. Bandingkan dengan ruangan berkonsep terbuka, misalnya, ruang tamu dan ruang makan tanpa penyekatan. Pastinya, akan terasa kikuk saat aktivitas dilakukan bersama-sama di kedua ruangan. Secara psikologis, sekat akan menghadirkan rasa nyaman serta terlindungi.

Perkembangan desain mengakibatkan bentuk, jenis, material sekat makin beragam. Bahkan, sekat selain berfungsi membagi ruangan dapat dimaksimalkan sebagai area penyimpanan. Sekat jenis seperti ini biasanya didapatkan dengan mengalihfungsikan bufet, meja konsol, atau lemari. Furnitur lain yang berfungsi sebagai penyimpanan dan sekat biasanya cocok dimanfaatkan di hunian mungil.

Sekat juga dapat menutupi desain atau bagian struktur yang terlihat kurang sesuai dengan tampilan ruang. Misalnya saja, kolom di sudut ruang dan area tangga, merupakan contoh bagian yang ingin ditutupi. Partisi jenis sketsel dapat membantu keluhan ini, dengan menutup lewat daun lipatannya.

Sumber: Seri Rumah Ide Sekat dan Partisi/ Imelda Akmal Architecture Writer Studio/ Gramedia Pustaka Utama

Tidak ada komentar: